Dimensi Dasar Manusia dan Potensinya


Istilah manusia dalam Al-Qur'an :
1. Basyr = Diulang dalam Al Quran sebanyak 36 kali
dan 1 dengan derivasinya.
Untuk menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk biologis.
 Q.S Al Baqarah, 2:187 dan Q.S Al Imran, 3:47
2. An-Nas = Diulang dalam Al Quran sebanyak 240 kali.
Untuk menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk sosial.
 Q.S Al Hujrat, 49:13
3. Bani Adam = Diulang dalam Al Quran sebanyak 7 kali.
Untuk menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk rasional.
 Q.S Al Isra, 17:70
4. Al-Insan = Diulang dalam Al Quran sebanyak 65 kali
dan 24 dengan derivasinya (Insa 18 kali dan Unas 6 kali).
Untuk menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk spiritual.
 Q.S Al-Dzariyat, 51:56 dan Q.S Al-Ahzab, 33:7

Potensi Dasar Manusia
1. Jismiah : Keseluruhan organ fisik biologis
Bersifat empiris, konkrit, indrawi, mekanistik dan deterministik.

2. Nafsiah : Keseluruhan kualitas insaniah yang khas dimiliki manusia
 berupa pikiran, Perasaan, kemauan dan kebebasan.
 Terdiri dari  tiga dimensi psikis

3.Ruhaniah :  Keseluruhan potensi luhur (high potention) diri manusia
Bersifat spiritual (berasal dari ruh ciptaan Allah swt)
Transedental (mengatur hubungan manusia dengan Yang Maha Transenden
yaitu Allah swtsuci, bebas, tidak terikat pada  hukum dan prinsip alam
dan cenderung pada kebaikan. Terdiri dari 2 dimensi yaitu dimensi ruh dan fitrah

 
 Potensi yang Membedakan Seseorang dengan Orang Lain :

1. Poensi Aktual atau kasat mata yaitu potensi yang secara mudah dapat dikenali melalui pengamatan
sekilas berdasarkan ciri-ciri fisik ataupun perbuatan yang tampak. Potensi ini bisa langsung dimanfaatkan seketika, tanpa harus sulit memunculkannya.

2. Potensi Laten yaitu potensi yang kadang muncul apabila ada kesempatan yang merangsangnya, tetapi tidak juga muncul apabila terbiarkan. Untuk memunculkannya perlu latihan dan peluang yang cukup.

3. Potensi Tersamar, yaitu potensi yang tertutup karena adanya kelemahan tertentu atau adanya salah tempat atau tersia-siakannya karena mengerjakan hal lainnya, yang boleh jadi merusak potensi yang utamanya. Untuk memunculkannya perlu penelusuran secara lebih mendalam oleh spesialis tertentu, serta perlu memperoleh proses pembelajaran dan pengaktifan yang khusus.

4. Potensi Rahasia yaitu potensi yang kita tidak pernah akan tahu kecuali sesuatu hal yang istimewa terjadi atau adanya pertolongan Allah, untuk memunculkannya memerlukan kedekatan dengan Allah dan menyerahkannya kepada izin Allah swt


BEGITU TINGGINYA DERAJAT MANUSIA, MAKA DALAM PANDANGAN ISLAM,
MANUSIA HARUS MENGGUNAKAN POTENSI YANG DIBERIKAN ALLAH KEPADANYA UNTUK
MENGEMBANGKAN DIRINYA BAIK DENGAN PANCA INDERANYA, AKAL MAUPUN HATINYA
SEHINGGA BENAR-BENAR MENJADI MANUSIA SEUTUHNYA.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar